Kegiatan PKM Pelatihan Manyilip Anyaman Rotan bagi Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP, Universitas Palangka Raya (24 Juni 2019)

 

Kegiatan ini dilakukan atas dasar salah satu kiat dalam pelestarian kearifan lokal daerah yang ada di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini didasarkan pada kurangnya pengetahuan dan minat anak-anak di usia produktif dalam melestarikan kearifan lokal daerah yang ada. Penggunaan bahan dasar tradisional yang dimiliki suatu daerah/ pedesaan dirasa kurang menarik bagi anak-anak di usia produktif pada zaman milenial saat ini. Kurangnya ketertarikan tersebut berimbas pada tergerusnya nilai-nilai budaya yang ingin dipertahankan sebagai wujud eksistensi pelestarian kearifan lokal budaya daerah yang ada. Sehingga lambat laun, kearifan lokal tersebut menjadi punah. Manyilip merupakan salah satu keterampilan berbasis kearifan lokal yang ada di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah; dimana kegiatan ini sudah mulai dikembangkan di Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. Manyilip menjadi salah satu teknik modernisasi pada kerajinan berbasis kearifan lokal daerah. Hal ini dikarenakan kegiatan Manyilip pada dasarnya menggunakan bahan dasar yang berbeda dan teknik dalam pengerjaannya pun berbeda dengan yang digunakan pada teknik Mendare/ Menganyam. Pada kegiatan Manyilip, bahan dasar yang digunakan ialah bambu puring yang masih muda. Sedangkan pada kegiatan mendare/ menganyam biasanya lebih berfokus menggunakan bahan dasar rotan/ uwei. Pelatihan Manyilip pada Anyaman Rotan ini dilaksanakan pada hari Senin (24 Juni 2019), yang diikuti oleh Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Palangka Raya angkatan tahun 2016 yang berjumlah 43 orang.

Kegiatan pelatihan Manyilip ini dilakukan dengan beberapa tujuan, yaitu: (1) memperkenalkan bagi mahasiswa salah satu teknik modernisasi pembuatan kerajinan/ keterampilan berbasis kearifan lokal daerah; (2) penguatan jiwa mencintai dan melestarikan budaya daerah yang ada; serta (3) sebagai sarana dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang dapat diciptakan sendiri oleh mahasiswa sebagai salah satu mata pencaharian yang berbasis budaya lokal.  (Teti Berliani; Rina Wahyuni)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*