HomeUncategorizedPGRI sebagai Mitra Strategis Sekolah: Dukungan Advokasi, Supervisi, dan Capacity Building

PGRI sebagai Mitra Strategis Sekolah: Dukungan Advokasi, Supervisi, dan Capacity Building

PGRI sebagai Mitra Strategis Sekolah: Dukungan Advokasi, Supervisi, dan Capacity Building

Sebagai organisasi profesi terbesar di Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memiliki peran penting dalam mendukung kualitas pendidikan nasional. Salah satu peran strategisnya yang semakin menonjol di tahun 2025 adalah menjadi mitra utama sekolah dalam memberikan dukungan advokasi, supervisi pembelajaran, dan penguatan kapasitas guru maupun manajemen sekolah.

Kemitraan ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme pendidik, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem sekolah yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar.


1. Peran Advokasi PGRI untuk Sekolah dan Guru

1. Perlindungan Profesi Guru

PGRI menyediakan layanan advokasi untuk:

  • menangani laporan konflik guru–orang tua/wali murid,
  • mendampingi guru yang menghadapi kasus hukum atau dugaan pelanggaran,
  • memastikan guru mendapatkan perlindungan sesuai regulasi profesi.

Advokasi ini penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan guru saat menjalankan tugasnya.

2. Konsultasi Kebijakan Pendidikan

PGRI berfungsi sebagai jembatan antara sekolah dan pemerintah, dengan cara:

  • menyampaikan masukan sekolah terkait implementasi kurikulum,
  • mengusulkan perbaikan kebijakan yang berdampak pada pembelajaran,
  • memberikan rekomendasi berbasis kajian nasional.

Dengan demikian, sekolah tidak bekerja sendiri dalam menghadapi dinamika regulasi pemerintah.

3. Advokasi Kesejahteraan dan Beban Kerja Guru

Melalui struktur organisasi hingga daerah, PGRI turut memperjuangkan:

  • penyesuaian beban kerja,
  • pemerataan sertifikasi dan diklat,
  • peningkatan tunjangan dan insentif bagi guru honorer maupun ASN.

2. Peran Supervisi PGRI dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran

1. Supervisi Akademik Berbasis Komunitas

PGRI mendampingi sekolah melalui:

  • coaching pembelajaran,
  • pendampingan penyusunan RPP dan modul ajar,
  • penguatan asesmen formatif dan sumatif,
  • observasi kelas bersama pengawas sekolah.

Pendekatan komunitas ini mempercepat peningkatan kompetensi secara kolektif.

2. Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka

PGRI memberikan pelatihan kepada sekolah terkait:

  • pengembangan perangkat ajar,
  • penyusunan proyek P5,
  • pembelajaran diferensiasi,
  • strategi remedial dan pengayaan.

Banyak sekolah menyatakan bahwa pendampingan PGRI memperjelas praktik implementasi di lapangan.

3. Supervisi Berbasis Data Sekolah

Supervisi diarahkan pada:

  • analisis rapor pendidikan,
  • identifikasi masalah pembelajaran (learning loss, ketuntasan materi),
  • peningkatan literasi dan numerasi,
  • strategi peningkatan mutu berkelanjutan (continuous improvement).

3. PGRI sebagai Motor Capacity Building untuk Guru dan Sekolah

1. Pelatihan Kompetensi Guru Berkelanjutan

PGRI menyediakan berbagai pelatihan seperti:

  • pedagogik dan diferensiasi,
  • teknologi pendidikan & digital teaching tools,
  • literasi AI untuk guru,
  • manajemen kelas dan pembelajaran aktif.

Seluruh pelatihan dirancang sesuai kebutuhan riil guru di sekolah.

2. Penguatan Manajemen Sekolah

Tidak hanya guru, PGRI juga mendukung:

  • kepala sekolah dalam kepemimpinan pembelajaran,
  • manajemen berbasis sekolah,
  • supervisi internal,
  • tata kelola administrasi digital.

Program ini membantu sekolah menjadi lebih modern dan efisien.

3. Pengembangan Komunitas Praktisi Pendidikan

PGRI membangun ekosistem kolaboratif berupa:

  • komunitas belajar guru,
  • forum MGMP/KKG berbasis organisasi,
  • festival inovasi pembelajaran,
  • publikasi riset tindakan kelas (PTK) dan best practice.

Komunitas ini menjadi ruang berbagi praktik baik antar sekolah.


4. Dampak Kemitraan PGRI terhadap Sekolah di 2025

1. Lingkungan Sekolah Lebih Aman dan Terlindungi

Melalui advokasi, kasus konflik dapat ditangani dengan prosedur yang lebih profesional.

2. Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Pelaksanaan supervisi dan pendampingan membuat guru lebih siap dan kreatif dalam mengajar.

3. Penguatan Profesionalisme Guru

Pelatihan berkelanjutan meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan pendidikan modern.

4. Efisiensi Tata Kelola Sekolah

Digitalisasi dan pendampingan manajemen membuat sekolah lebih efektif serta akuntabel.


5. Kesimpulan

PGRI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi mitra strategis sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Melalui dukungan advokasi, supervisi pembelajaran, dan capacity building, PGRI membantu sekolah mengembangkan guru yang kompeten, manajemen sekolah yang kuat, serta pembelajaran yang lebih berkualitas.

Peran ini semakin penting di 2025, ketika sekolah membutuhkan kolaborasi yang solid untuk menghadapi tantangan pendidikan modern.

Share: 

No comments yet! You be the first to comment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *